Senin, 01 Agustus 2011

CARA MEMBUAT BAGLOG JAMUR TIRAM

CARA MEMBUAT BAGLOG atau MEDIA TANAM atau BIBIT SEMAI.
Langkah kerja untuk membuat baglog / media tanam adalah :

1. Pek. mencampur bahan-bahan.
2. Pek. pengkomposan.
3. Pek. pewadahan.
4. Pek. sterilisasi.
5. Pek. pendinginan.
6. Pek. inokulasi.
7. Pek. inkubasi.

Persiapkan bahan-bahan antara lain :

* Bibit jamur F2 / bibit induk.
* Serbuk kayu, Dedak, kapur dolomite
* Plastik jenis PP, karet gelang, tali rapia, cincin log.
* Alkohol dan spirtus.

Persiapkan alat-alat kerja :

* cangkul, singkup, ayakan pasir, ember, drum plastik dan alat angkut.
* Alat sterilisasi yang terbuat dari bahan drum bekas dan semawar gas komplit dengan tabung gas.
* Tempat api, spray, sendok kecil.

Persiapkan tempat / bangunan :

* Bangunan / area untuk menyimpan bahan-bahan..
* Bangunan / area untuk mencampur bahan-bahan, pengkomposan dan pewadahan.
* Bangunan / area untuk sterilisasi.
* Bangunan / area untuk pendinginan dan inokulasi.
* Bangunan / area untuk inkubasi.


Ayak terlebih dahulu serbuk kayu, buang sampah berupa potongan kayu dan tanah.
Timbang serbuk kayu yg sdh diayak, misalkan 100 kg.
Buat komposisi adonan atau campuran bahan :

1. Serbuk kayu 100 kg.
2. Dedak 20 % x 100 kg = 20 kg.
3. kapur dolomite 2% x 100 kg = 2kg

Campur dan aduk ke 3 bahan tersebut menjadi satu kesatuan yang kokoh (homogen).
Tambahkan air sedikit demi sedikit, kemudian aduk berulang - ulang.

Cek / kontrol :

Kadar air yang terkandung dengan cara ambil adonan tsb kepal erat erat pakai tangan, perhatikan jangan sampai ada tetesan air dan bila tangan dibuka adonan masih berbentuk kepalan dan mudah untuk dihancurkan, artinya adonan sdh bagus kandungan kadar airnya.

Pek. pewadahan
Langkah selanjutnya adalah pekerjaan pewadahan, yaitu memasukkan adonan kedalam kantong plastik dan ditumbuk pakai botol atau untuk hasil yg lebih padat dan seragam dianjurkan memakai alat press log, dan kemudian bagian atas plastik ikat pakai tali rapia.

Bila hasil pewadahan sdh banyak, maka lakukkan pekerjaan sterilisasi menggunakan alat yang paling sederhana adalah drum bekas (konsepnya adalah seperti mengkukus).

Pada waktu pekerjaan sterilisasi yang harus sangat diperhatikan adalah :

* Besaran nyala api.
* Tekanan uap air panas.
* Waktu pekerjaan tergantung kapasitas baglog yang disterilisasi. Dengan cara manual / sederhana berdasarkan pengalaman kami baglog uk 17/35 kapasitas 140 log waktu steril 7 jam menggunakan bahan bakar gas (menghabiskan 1 tabung gas 3 kg).

Selanjutnya, bongkar tumpukan baglog yang ada di dalam drum, angkut dan pindahkan ke ruang inokulasi untuk dilakukan pendinginan selama 1 x 24 jam. Cara pekerjaan Inokulasi lihat / baca artikel selanjuntnya.
Bila pekerjaan inokulasi selesai dikerjakan, pindahkan baglog - baglog yang sdh diisi bibit jamur ke ruang inkubasi (ruang pertumbuhan miselium di dalam baglog).

Marilah menuai sukses di bisnis jamur tiram, jangan takut gagal, karena kegagalan yg sesungguhnya adalah bila anda gagal untuk mencoba, bukan gagal setelah mencoba.

BIBIT JAMUR TIRAM UNTUK ANDA

CARA ORDER BIBIT F0, F1, F2, BAGLOG, JAMUR TIRAM PUTIH, UNTUK MEMULAI USAHA BUDIDAYA JAMUR.




Bila anda akan memulai usaha budidaya jamur, sebaiknya belajar membuat baglog atau media tanam, yang bahan bakunya terdiri dari serbuk kayu, dedak, dan kapur plus bahan lainnya [ bila dibutuhkan atau diperlukan ], ikutilah petunjuk atau artikel atau informasi tentang budidaya jamur di dalam blog ini. Bila anda menggunakan Bibit Jamur [F.2] Jamur Tiram Putih [atau jenis jamur yang lainnya (bila tersedia)] Produk dari "agrijamurnabati", bila ada pertanyaan dan mencari jawaban dapat dilihat di http://www.agrijamurnabati.blogspot.com
Untuk order bibit [ F.2 ] silahkan kontak FAUZI AZIS:
No. HP : 0815768422115

FORMAT SMS untuk order produk :
NAMA [lengkap / jelas].
ALAMAT [lengkap / jelas].
No. telp yang dapat dihubungi.
JUMLAH ORDER.

Bila akan konsultasi masalah budidaya jamur atau order produk "agrijamurnabati" silahkan kirim email : azisagri@gmail.com

BIBITJAMUR F2 TIRAM PUTIH
SEHARGA RP 7.000,- / BOTOL [ blm termasuk bea kirim ]
Satu botol dapat dibuat antara [ 30 - 40 baglog ] SPESIFIKASI BIBIT :

* Turunan dari F.0, F.1
* Bahan Media Biji-bijian [jagung murni] ditambahkan bahan pendukung lainnya.
* Masa kadaluarsa dapat tahan sampai +/- 2 bulan [ selama zat makanan didalam botol masih tersedia miselium jamur akan tetap hidup ].

Produk "agrijamurnabati" sudah banyak dipergunakan oleh para petani hampir diseluruh wilayah Indonesia.

TATA CARA PEMBAYARAN :
SILAHKAN TRANSFER KE :
FAUZI AZIS
BANK CENTRAL ASIA
NO. REK : 117.036.8131

Bila sudah melakukkan transfer [pembayaran] harap segera di informasikan ke kami, untuk segera dilakukkan pengiriman paket sesuai dengan alamat yang diminta.

Alamat Penjualan Bibit F.2 Jamur Tiram Putih :

* JL.PURNAWIRAWAN, GG.SWADAYA 5B, KELURAHAN GUNUNG TERANG, BANDAR LAMPUNG.


Kami pun menjual BAGLOG [MEDIA TANAM] siap tumbuh jamur termasuk JAMUR SEGAR.

Jumat, 30 Juli 2010

BIBIT F2 JAMUR TIRAM

Kami menyediakan F2 jamur tiram media jagung yang tentunya apabila anda inokulasikan ke baglog akan cepat menyebar dan menjadi tambahan nutrisi baglog.
Harga hanya Rp.7.000/botol bisa anda inokulasikan untuk 50 baglog/lebih.

Selasa, 01 Juni 2010

Istirahat sementara

Lebih kurang 3 bulan ini kami sedang mengadakan pembangunan rumah dan kumbung di lokasi baru maka dari itu kegiatan produksi sementara istirahat, karena kami harus konsentrasi ke pembangunan. Semoga di tempat yang baru nanti bisa lebih baik. Amin...

Selasa, 02 Maret 2010

Kisah Sukses Pengusaha Jamur

Yang Makmur Karena Jamur
Walaupun bukan komoditas unggulan, bila ditekuni secara serius, usaha tani jamur dapat memberikan keuntungan yang memadai. Berikut para pelaku yang sukses berbisnis jamur.

Misa Suwarsa
Belajar Sampai ke Negeri Cina
Sejak 1990, lelaki yang pernah menjadi dosen Teknik Kimia ITB ini memutuskan serius menekuni jamur merang. “Awalnya, saya pernah ketemu dosen tamu dari Uni Eropa. Dia bilang kenapa jerami harus dibakar, padahal jika dimanfaatkan sebagai media jamur, nilai ekonominya bisa enam kali lipat besarnya,” cerita Misa.
Tersadar oleh kritik dosen tamu tersebut, Misa mulai mencoba mempelajari budidaya jamur merang. Setelah sekian lama, impiannya untuk mengenal lebih dalam tentang jamur terwujud karena pada 2004 dirinya mendapat undangan magang dari pemerintah China. Pada tahun yang sama, dia mendapatkan penghargaan Satya Lencana Wira Karya dari Presiden RI atas baktinya mengembangkan pertanian kususnya jamur merang.
Sekarang jumlah kumbungnya ada 20 unit. Rata-rata produksi jamur merangnya sekitar 400—500 kg per kumbung. Dengan harga jual saat ini yang berkisar Rp10.000—Rp12.000 per kilo, dalam satu siklus satu kumbungnya mampu menghasilkan Rp6 juta. Itu belum termasuk hasil yang masuk kelas BS.
Saat ditanya apa rahasianya, Misa hanya menjawab, kuncinya pada styrofoam, kelembapan, dan suhu. Memang bila diperhatikan, kumbungnya berbeda dari kumbung milik petani jamur merang pada umumnya. Kumbung jamur bapak satu anak ini terbuat dari styrofoam, bukan dari bambu. “Styrofoam dapat menahan panas sehingga suhu optimum kumbung pada kisaran 32o—34oC dengan kelembapan 95%--98% dapat tetap terjaga,” bebernya
Misa juga mengingatkan, saat proses fermentasi media, harus dipastikan kadar pH-nya dan jenis bahan yang digunakan. Fermentasi media yang sempurna menentukan 50% keberhasilan tumbuhnya jamur merang. Sedangkan 50% nya lagi ditentukan dari kualitas bibit yang digunakan.
Karena kesuksesannya di bidang jamur, sejak tahun 2000 pemerintah mempercayai Misa untuk menyelenggarakan pelatihan jamur merang. Setahun sekali, tiap daerah mengirimkan wakilnya untuk belajar di tempatnya. Selain itu lelaki 48 tahun ini juga memproduksi bibit jamur merang dan ia berani mengklaim bahwa bibitnya terbuat dari F nol.

Jemy Susanto
Patahkan Teori
Lazimnya jamur tiram tumbuh subur pada daerah dataran tinggi. Namun Jemy Susanto mencoba membudidayakanya di Solo yang merupakan daerah panas. Mula-mula banyak yang tidak yakin dengan apa yang dilakukan Jemy, begitu biasa dia disapa. Tapi dengan tekat kuat dan rasa optimis, ia maju terus. “Semua daerah sebenarnya bisa, tinggal bagaimana pintar-pintar kita memodifikasi tempat tumbuh jamur, terutama dalam hal kelembapan,” terangnya
Selama ini daerah Solo mengandalkan pasokan jamur tiram dari daerah lain. Karena itu kalau ia bisa mengembangkan jamur ini di Solo, maka harganya bisa ditekan. Konsumen pun lebih banyak yang menjangkaunya.
Jemy memilih jamur tiram karena menurutnya jamur tiram mudah dibubidayakan. Perbandingan kelayakan usahanya pun tertinggi dibandingkan jenis jamur lain. Untuk itu sejak 2,5 tahun lalu, ia mendirikan PT Agro Jamur Lestari yang memfokuskan diri pada pembuatan bibit dan baglog. Kapasitas produksi bibitnya saat ini mencapai 1.000 botol per hari atau lebih bergantung pesanan.
Saat ditanya tentang kemampuan bibitnya, pria berkaca mata ini menuturkan, tiap botol bibitnya oleh petani biasanya diturunkan lagi menjadi 50 botol F3, setelah itu baru dapat diaplikasikan ke 2.000 baglog. Sejauh ini bibit buatanya sudah banyak digunakan tidak hanya petani jamur tiram di Solo, tapi sudah merambah ke Palembang, Samarinda, Riau, Timika, dan kota–kota di Jawa.
Bapak satu anak ini menawarkan sistem kemitraan kepada petani dan membaginya menjadi tiga kategori kemitraan. Kemitraan Berdikari, yaitu petani hanya membeli bibit saja; Kemitraan Bagi Hasil 70 : 30 untuk pembelian baglog dengan harga spesial untuk petani di Jawa; Yang terakhir Jemy siap melakukan presentasi dan petihan di daerah mana saja.

Ir. NS Adiyuwono
Siasati Pasar Agar Tetap Bertahan
Walaupun baru empat tahun memulai usaha jamur di Ciwidey, tapi saat ini perusahaan jamur Sinapeul milik Adiyuwono mampu meraih omzet Rp20 jutaan per minggu. Perusahaan jamur yang berlokasi di Bandung Selatan ini, selain menghasilkan 600-700 kg jamur tiram dan kuping per hari, juga memproduksi sekitar 100 ribu baglog/bulan dan 30.000 botol bibit/bulan. Baglog buatannya sekarang banyak digunakan petani asal Bogor, Cikole, Cisarua, Banjaran dan daerah sekitar Bandung. Sedangkan pemasaran bibitnya kini telah menjangkau Aceh, Medan, Riau, Solo, dan Surabaya
Menurut Adi Yuwono, keberhasilannya itu karena ditunjang dengan komitmen untuk tetap membudidayakan jamur dalam kondisi organik. “Kalau organik ‘kan harganya tinggi, nah dari situ ‘kan marjin sudah terbayarkan,” terang pria yang mengaku bermodal awal Rp100 jutaan ini
Adi juga mengingatkan, masalah pengemasan yang sangat berkaitan dengan tingkat kesegaran jamur. Ia mencontohkan pada jamur tiram. Dahulu semua dikemas dalam ukuran 20 kg tapi sekarang hanya dibungkus dalam ukuran 5 kg atau 2 kg saja. Ternyata pengemasan dalam ukuran kecil dapat menjaga kesegaran dan kualitas jamur. Selain itu juga dapat menekan angka kehilangan saat pendistribusian yang mencapai 5%—20% jika menggunakan kemasan besar.
Hal lain yang menjadi penentu kesuksesannya bertahan di bisnis jamur adalah inovasi. Perusahaannya sekarang sedang mengembangkan pembuatan jamur kuping dalam bentuk serbuk, “Jadi selain segar dan kering, sekarang kita coba pasarkan dalam bentuk serbuk karena kalau dalam bentuk bubuk mereka lebih mudah mengolahnya,“ ungkap pengusaha yang kebunnya berada di 8 lokasi terpisah ini.